Postingan

Kisah Nyata! Terakhir Kali Kami Mendengar Suara Ardi di Gunung Salak

Gambar
  Kami adalah empat sahabat: saya, Budi, Chika, dan Ardi. Ardi adalah yang paling lincah di antara kami. Dia selalu punya cara untuk membuat suasana menjadi cair, bahkan saat kita tersesat di jalan setapak sekalipun. Kemarin lusa aku melihat Ardi sedang kegirangan karena baru dapet jackpot dari Matador168 . Tapi itu sebelum kami memutuskan untuk mendaki Gunung Salak via jalur Pasir Reungit pada awal tahun 2020. Gunung Salak punya reputasi. Banyak yang menyebutnya gunung yang "angker", tapi kami, dengan ego remaja yang tinggi, menganggap itu sekadar mitos untuk menakut-nakuti pendaki pemula. Hari pertama berjalan lancar. Kami mendirikan tenda di area camping dekat Pos 2. Malam itu, kabut mulai menyelimuti. Di Gunung Salak, kabut bukan sekadar udara putih; ia tebal, basah, dan terasa hidup. Suhu turun drastis. Keanehan dimulai sekitar pukul sepuluh malam. Kami sedang mengobrol di dalam tenda, memanaskan badan dengan kompor kursivitas minyak tanah. "Kalian dengar itu?"...